Rabu, 10 Agustus 2011

REHAB RUANG KELAS DENGAN SISTEM SWAKELOLA ( bagian I )



Dilingkungan pendidikan ruang kelas menempati posisi yang sangat penting tempat proses belajar mengajar berlangsung. Ruang kelas yang nyaman, bersih  dan representatip berpengaruh besar dalam keberhasilan pendidikan. 

Sebagai sekolah yang telah berdiri lebih dari 50 tahun maka SMP Negeri 5 Ponorogo sudah barang tentu beberapa ruang kelasnya sudah usang dan memerlukan perbaikan atau rehab.
Untuk memenuhi tuntutan kemajuan pendidikan ruang kelas dan ruang laboratorium juga memerlukan penambahan demikian juga mebelair maupun perangkat pendukungnya.

Perbaikan ruang kelas maupun pembangunan ruang kelas baru bisa direalisasikan dengan berbagai sumber dana antara lain bantuan dari pusat dalam bentuk blockgrant maupun sumbangan wali murid.
Dalam pelaksanaan pembagunannya juga dapat direaliasikan dengan beberapa cara, yaitu diserahkan pada pihak rekanan atau sistem swakelola. Cara pertama mulai dari perencanaan pembangunan, pelaksanaan pembangunan, maupun pelaporan seluruhnya dikerjakan oleh pihak rekanan. Pihak sekolah tinggal memanfaatkan ruang yang sudah jadi tanpa harus susah payah mengelola rehab dan pembagunan ruang kelas baru. 
Cara kedua yaitu dengan sistem swakelola, mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan seluruhnya dikerjakan oleh sekolah.

SMP N 5 merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan rehab ruang kelas maupun pembangunan ruang kelas baru menggunakan cara yang kedua, yakni mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan dikerjakan seluruhnya oleh tim rehab ruang maupun pembangunan RKB. Bukankan sekolah merupakan komunitasnya warga untuk belajar, dan tidak ada salahnya untuk belajar menangani sebuah rehab ruang maupun pembagunan RKB ? Ditambah lagi beberapa kali dana blockgrant dalam buku petunjuk teknisnya selalu mencantumkan bahwa "pelaksanaan rehab maupun pembangunan RKB tidak boleh diserahkan pada pihak rekanan". Walaupun dalam pelaksanaannya dana yang terpakai sama sama 100% jika dibandingkan dengan jika diserahkan pada pihak rekanan. Tetapi kualitas fisik jelas berbeda. Bukankah makanan di restoran porsinya akan lebih sedikit dengan masakan isteri sendiri di rumah dengan rupiah yang sama ?
Oleh sebab itu seberat apapun pada awalnya persiapan  rehab ruang terpaksa harus dijalani.
 Deretan ruang kelas sebelum rehab


Akan kami sharing pengalaman dari sekolah kami dalam menangani rehab ruang dengan sistem swakekola, walupun sistem ini tidak mutlak harus dilaksanakan seluruh sekolah, kenapa harus repot - repot ngurusi pekerjaan semacam itu ?

 Kondisi ruang kelas lama yang tergenang air karena atap bocor

Untuk bisa mengerjakan rehab ruang kelas maupun pembangunan RKB ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain adalah :
  1. Anda harus meguasai program MS Word yang diperlukan untuk pembutan proposal maupun pelaporan pasca rehab.
  2. Program MS Exel yang digunakan untuk membuat Perencanaan Anggaran dan Biaya ( RAB ). Dalam pembuatan RAB dapat menggunakan Analisa Standart Indonesia ( SNI ) maupun Analisa BOW. Saya kurang tahu apa yang dimaksudkan dengan singkatan BOW. Tapi sekilas hampir sama.
  3. Program Autocad untuk menggambar perencanaan. Mereka yang pernah kuliah di jurusan tehnik sipil ataupun siswa SMK jurusan bangunan kenal betul dengan program ini. Tapi bukan berarti kita yang tak punya latar belakang pendidikan tehnik sipil tidak bisa mempelajarinya. Dengan sedikit usaha dan kemauan program Autocad sangat asyik untuk dipelajari walaupun hanya dasar dasarnya saja. Tapi sudah cukup untuk membuat sebuah perencanaan rehab ataupun pembangunan RKB. Setahu saya ada Autocad 2000 hingga yang terbaru 2010. Saya menggunakan Autocad 2002 itu pun sudah lebih dari cukup untuk membuat gambar perencanaan dan ternyata sudah bisa diterapkan di lapangan.
  4. Autoshop untuk mengolah foto. Untuk keperluan dokumentasi sangat diperlukan program ini, karena dalam pelaporan dan kemajuan pekerjaan akan dituntut dokumentasi yang runtut.
  5. Mempunyai kenalan orang orang yang paham tehnik bangunan akan sangat membantu sebagai ajang konsultasi.

   
Beberapa program tersebut tak harus dikuasai sendirian, karena kepanitian bersifat team sehingga akan lebih mudah, tapi juga tak ada salahnya jika kita mampu menguasai beberapa program tersebut sekaligus. Pekerjaan bisa semakin lancar.
Setelah dana siap, gambar rencana OK, Rencana anggaran sudah matang, toko penyedia bahan bangunan sudah dikoordinir rapi, maka pelaksanaan pembangunan bisa dimulai.
BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar