Sabtu, 22 Februari 2014

STELARIUM


Stellarium adalah planetarium open source gratis untuk komputer Anda.
Perangkat lunak ini menunjukkan langit secara realistis dalam 3D, seperti apa yang Anda lihat dengan mata telanjang, teropong atau teleskop.
Jika anda punya hobi mengamati bentang langit dikala malam, dan suka menelusuri bintang bintang yang bertebaran, namun tidak tahu nama-namanya; maka aplikasi ini sungguh sangat membantu.


Pertamakali sudah barang tentu anda harus meng-instalnya pada komputer, pada http://www.stellarium.org/id/
selanjutnya tentukan koordinat tempat tinggal anda.
Tuliskan nama tempat tinggal pada kolom yang tersedia.
Selanjutnya anda akan melihat kenampakan langit, baik siang maupun malam secara realtime.
Anda juga bisa mempercepat perjalanan waktu dengan tool yang tersedia.

Jika anda ingin mengetahui nama dari sebuah bintang atau planet, maka dengan sekali klik katalog bintang/palnet yang anda maksud akan tertera


Nama-nama rasi bintang juga bisa dimunculkan, demikian juga dengan satelit yang sedang melintas, bahkan predikasi meteor yang akan lewatpun dapat diketahui


Vitur - vitur yang tersedia adalah :
  • katalog default dengan lebih dari 600.000 bintang
  • katalog tambahan dengan lebih dari 210 juta bintang
  • asterisma dan ilustrasi konstelasi-konstelasi
  • constellations for 15 different cultures
  • gambar-gambar nebula (katalog Messier lengkap)
  • Bima Sakti yang tampak nyata
  • tampilan atmosfer, Matahari terbit dan Matahari terbenam yang realistis
  • planet-planet dan satelit-satelitnya
  • antarmuka
  • zoom
  • pengendalian waktu
  • antarmuka dalam berbagai bahasa
  • proyeksi mata-ikan untuk kubah planetarium
  • proyeksi cermin sferis untuk kubah ekonomis anda
  • antarmuka grafis dan kontrol keyboard yang lengkap
  • kontrol teleskop
  • visualisasi
  • petak-petak ekuatorial dan altazimuth
  • kelipan bintang
  • meteor
  • simulasi gerhana
  • simulasi supernova
  • lansekap yang dapat diganti-ganti, sekarang dengan proyeksi panorama berbentuk sferis
  • dapat dikustomisasi
  • sistem plugin menambahkan satelit buatan, simulasi okular, konfigurasi teleskop dan lain-lain
  • kemampuan untuk menambahkan objek tata surya dari sumber daring...
  • tambahkan objek angkasa anda, lansekap, gambar konstelasi, skrip...
Selanjutnya selamat menelusuri langit malam di desktop dan cocokkan dengan kenampakan yang sebenarnya


Sabtu, 15 Februari 2014

ERUPSI GUNUNG KELUD

Hujan abu bercampur pasir akibat letusan gunung Kelud pada Jum'at 14 Februari 2014 sampai juga di SMPN 5 Ponorogo.
Mendadak pada Jum'at pagi seluruh siswa, guru dan karyawan bersih bersih lingkungan sekolah dengan peralatan seadanya.
Berikut rekaman peristiwanya :

Siswa sedang membersihkan halaman depan


Puluhan siswa bersama guru dan karyawan membersihkan halaman tengah


Debu beterbangan dimana-mana

Dasar anak, debupun dibuat mainan...

Gundukan pasir siap diangkut

Halaman belakang

Di rumah mereka, belum tentu anak-anak ini mau kelud-kelud...

Tak ada masker, hasduk-pun jadi...

Gentengpun bersolek pakai bedhak...

Selasa, 26 November 2013

Hiasan Rambut Bangsa Mesir Kuno



 Wanita Mesir Kuno dengan Rambut yang di Kepang

Mungkin tidak ada hari-hari yang lebih istimewa bagi orang orang Mesir Kuno selain ketika tiba saatnya menghias rambut. Anda bisa mengecatnya, memotong, atau mengepangnya. Ada bermacam macam desain wig yang tak terhitung jumlahnya.
Bangsa Mesir Kuno, baik pria maupun wanita dikenal sangat suka menghias rambut dan begitu banyak cara untuk mengekspresikannya. 
 "Rambut manusia adalah sangat penting di Mesir kuno," tulis Egyptologist Joann Fletcher, Ph.D
Kaya atau miskin, pria dan wanita memperlakukan rambut sebagai bagian tubuh yang sangat istimewa

 

Bagi orang Mesir Kuno memakai wig tidak hanya melindungi dari sengatan sinar matahari sehingga kepala tetap dingin, dan kulit kepala tetap bersih. Juga mencegah  dari penyakit manusia modern yaitu kutu kepala. 
Peneliti Bangsa Mesir Kuno Johan Fletscer telah menemukan bahwa kutu rambut telah menghuni kepala orang orang Mesir Kuno sejak 5000 tahun yang lalu.
Bagaimana kita tahu tentang rambut orang Mesir Kuno ? 
Kondisi geografis Mesir yang panas dan kering telah mengawetkan secara alami jaringan lunak tubuh mereka setelah kematian, termasuk kulit, kuku dan rambut. Hal ini juga berlaku bagi orang orang miskin yang hanya terkubur di lapisan pasir, karena keluarga mereka tidak mampu merawat jenasah untuk dijadikan mumi. Dari proses ini kita dapat melihat berbagai cara orang Mesir Kuno merawat rambut. Ada bukti bukti arkeologi bahwa rambut palsu dan pewarna rambut telah digunakan setidaknya sejak 3400 SM.


Para ahli restorasi makam di Mesir telah berhasil memulihkan kembali lukisan makam yang  banyak terdapat berdampingan dengan jenasah yang telah diawetkan. Patung patung menunjukkan gaya rambut yang rumit. 
Salah satu hal yang paling menarik adalah memberi dekorasi rambut asli dengan hiasan artistik. Wig yang diciptakan hanyalah merupakan pelengkap dan tidak menggantikan keindahan rambut aslinya.
Banyak lukisan menunjukkan para wanita memakai wig yang diatasnya diberi hiasan berbentuk kerucut dan diberi wewangian, model ini sering dipakai pada saat acara perayaan . Lukisan lukisan makam juga membuktikan para pria dan wanita mendandani rambutnya dengan dibantu oleh penata rambut, sesuatu yang sangat umum dijumpai  saat ini dimana pria dan wanita pergi ke salon untuk memanjakan rambutnya.


 Seorang wanita Mesir Kuno sedang bersolek dengan bantuan penata rambut

Ada bukti menunjukkan bahwa orang Mesir Kuno memotong rambut mereka dengan pisau yang sangat tajam pada sekitar tahun 3000 SM. 
Menurut Fletcher yang menarik adalah hiasan wig bagi pria ternyata lebih menarik dibanding dengan wanita, mungkin tujuannya agar agar rambut kaum wanita nampak lebih alami. Namun ada satu pengecualian dengan ditemukannya mumi seorang perempuan yang di Lembah para Mumi Emas dengan masker dikepala dan gaya rambut yang unik karena di bagian belakang kepala diberi hiasan berbentuk bulat seperti kue, mungkin fungsinya sama dengan wanita tradisional Jawa yang memakai hiasan gelung.
 Untuk sebagian besar wanita akan memasang rambut tiruan, terutama bagi mereka yang mengalami penipisan rambut. Rambut palsu mereka dapatkan dari limbah penata rambut atau para pedagang rambut. Rambut palsu akan direkatkan ke kulit kepala dengan lilin yang dihasilkan lebah bercampur damar. Banyak wig menggunakan bantalan dari serat pohon kurma dan mode ini sangat populer di masanya.
 
Rambut yang dikepang adalah bentuk yang paling favorit, dan ada yang ditenun menjadi desain yang rumit agar terlihat lebih panjang dan lebat. Seorang pria yang dimakamkan di Mostageda telah menggunakan benang untuk mengikat rambutnya yang panjang. Bahkan Ratu Meryet Amun menghiasai mahkotanya dengan hiasan yang berbentuk candi dan kepang yang meruncing lengkap dengan parfumnya.



Bangsa Mesir kuno membenci rambut yang berwarna abu-abu dan akan menggunakan berbagai metode untuk mengubah warnanya. Kadang-kadang rambut akan dicelup dengan pewarna setelah kematian. Pewarna pilihan adalah daun pacar, yang lima ribu tahun kemudian masih digunakan oleh kebanyakan orang Mesir asli  dan orang orang di negara lain  untuk tujuan yang sama.
Dalam satu mumi yang pernah ditemukan rambutnya dicat dengan warna coklat kemerahan, dan ketika rambutnya yang tak berpigmen telah memudar maka warna rambutnya menjadi oranye terang.

 


 
Seni adalah bagian dari kehidupan sehari-hari orang Mesir kuno. Disini nampak  jelas bahwa mereka menganggap rambut mempunyai nilai seni yang paling tinggi. 
Sekali lagi, kita perlu  berterima kasih atas keterampilan penghias rambat kuno sehingga memungkinkan kita sekarang untuk tetap menikmati apa yang telah mereka lakukan sejak ribuan tahun lalu.

Kamis, 03 Oktober 2013

LDK SMPN 5 Ponorogo


Mengawali semester  genap Tahun Ajaran 2012-2013 SMPN 5 Ponorogo mengadakan LDK, Latihan Dasar Kepemimpinan yang diikuti oleh anggota OSIS sebanyak 25 siswa.
LDK ini sekaligus juga merupakan program sekolah untuk mempersiapkan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata.

Kegiatan ini diadakan di dua tempat yaitu di Aula SMPN 5 Ponorogo dan di arena outbond "Amanah" Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Pemaparan Materi di Aula berlangsung pada hari Kamis 10 Januari 2012 pukul 13.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan penyajian materi seputar kepemimpinan dasar setingkat anak SMP.

Pada pagi harinya selepas subuh rombongan LDK dengan sejumlah guru pembina menuju ke Karanganyar Jawa Tengah untuk menyelenggaraka LDK sesi 2 dan haarerus ditempuh di luar ruang.
Materi LDK di arena outbond Amanah cukup beragam. Walaupun hanya berlangsung singkat namun telah mampu mengenalkan pada kemandirian, olah fisik dan kerja sama.
Dalam pengenalan lingkungan terkait persiapan calon sekolah Adiwiyata siswa dikenalkan dengan hamparan alam yang tertata asri berpadu dengan suasana nyaman yang harmonis, Pengenalan berbagai jenis tumbuhan produktip menambah wawasan siswa akan nilai keekonomian tumbuhan.
 Dalam kolam ikan peserta LDK juga diperkenalkan dengan reproduksi berbagai jenis ikan. Sistem penataan aliran air yang sangat memperhatikan kelestarian lingkungan juga tak luput dari pembelajaran untuk siswa



Pengenalan pada jenis hewan penghasil protein khas rumah tangga maka siswa dikenalkan dengan berbagai jenis unggas dan binatang peliharaan ukuran kecil. Pada bagian ini cukup penting dimana siswa dapat belajar hewan peliharan semacam ini dapat berfungsi ganda. Selain sebagai sumber protein juga sumber pupuk kandang yang baik.

Pengolahan sampah menjadi fokus perhatian pada pendidikan lingkungan hidup, karena seiring dengan kemajuan jaman pola hidup konsumtip banyak menghasilkan sampah rumah tangga maupun sampah tempat tempat umum lainnya. Siswa perlu dikenalkan pada cara cara pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan dan di daur ulang untuk produk yang bermanfaat. Maka pada sudut yang lain siswa diajak untuk mengenal cara pengolahan sampah menjadi pupuk organik dan pakan ternak. Bagian ini mengeluarkan bau yang lumayan busuk, khas tumpukan sampah. Namun pemandu dengan telaten menjelaskan bahwa bau lama lama menjadi terbiasa dan hilang dengan sendirinya.


Selain pupuk organik yang dihasilkan dari limbah dapur, juga dihasilkan pelet pakan ikan. Dari sini siswa, bahkan guru pembina banyak mendapat pengalaman baru bahwa sebenarnya "sampah itu sejatinya tak pernah ada" yang ada hanyalah bahan baku produksi. Artinya segala sesuatu yang dikatakan limbah, masih dapt diolah menjadi produk lain.

Belajar langsung mengenali lahan pertanian dan penataannya menjadi pengalaman yang menarik dimana lahan pertanian ditata dengan asri, menyatu dengan segala keperluan yang menjadi pendukungnya. Praktek langsung menanam padi merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa, sambil bermain tak terasa mereka juga belajar mencintai lingkungan.


Sifat kepemimpinan dan kebersamaan ditumbuhkan melalui arena outbond terutama pada area panjat tebing. Kerja sama anggota kelompok dalam menaiki tebing

Minggu, 23 Desember 2012

CALON SEKOLAH ADIWIYATA

 SMPN 5 Ponorogo untuk tahun 2012 ditunjuk menjadi salah satu calon sekolah Adiwiyata di kabupaten Ponorogo dengan pendampingan dari SMK 1 Jenangan Ponorogo.

 Persiapan telah dilakukan antara lain dengan mengadakan Workshop Calon Sekolah Adiwiyata untuk memberikan gambaran mendasar tentang seputar Calon Sekolah Adiwiyata . Workshop dihadiri oleh seluruh warga sekolah: Guru, Karyawan, Komite dan perwakilan siswa.

Namun karena waktu yang tersedia sangat berdekatan dengan masa liburan akhir semester I, dan sesuai jadwal penilaian Adiwiyata yang berlaku secara nasional yang akan berlangsung pada minggu pertama bulan Januari, maka waktu persiapan menjadi sangat minim.

Untuk itu bagi seluruh bapak/ guru di SMPN 5 ditengah menikmati masa liburan bersama keluarga diharap tetap mempersiapkan beberapa hal yang menjadi bahan penilaian Calon Sekolah Adiwiyata.
RPP dan Silabus perlu dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup pada setiap mata pelajaran.
Materi Pelajaran Lingkungan Hidup untuk SMP telah di dapat di download di web sekolah : www.smpn5ponorogo.sch.id    pada link Pendidikan Lingkungan Hidup.
Juga dapat di download untuk materi PLH SMP
Kelas 7 disini
Kelas 8 disini
Kelas 9 disini
Sedangkan Penanggung Jawab setiap kegiatan terkait dengan Instrumen Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata dapat didownload disini
Akhirnya, Selamat Berlibur, Selamat Menyiapkan Berkas, dan silahkan comment bosss...

Kamis, 20 Desember 2012

PENGHIJAUAN SMPN 5 PONOROGO

 

Semrawut Tapi Sukses...
Penunjukan SMPN 5 Ponorogo sebagai salah satu Calon Sekolah Adiwiyata disambut dengan antusias. Berbagai persiapan telah dilakukan antara lain dengan mengadakan kegiatan Gerakan Penghijauan yang berlokasi di desa Pangkal kecamatan Sawoo, Ponorogo pada hari Rabu Pahing tanggal 19 Desember 2012
Persiapan telah dilakukan sejak sebulan sebelumnya, namun dengan banyaknya Instansi yang harus digandeng ditambah dengan kegiatan ujian semester ganjil dimasa persiapan, menjadikan acara penghijauan terkesan kurang tertata rapi.

Kegiatan diawali dengan pencarian lokasi calon penghijauan, dilanjutkan dengan permintaan bantuan bibit tanaman penghijauan ke Kantor Kehutanan dan Kantor Lingkungan Hidup Ponorogo. Syukur Alkhamdulillah dari kantor Kehutanan didapatkan tidak kurang dari 800 bibit tanaman dari berbagai jenis tanaman. Belakangan kurang dari satu hari penanaman datang lagi bantuan dari Kantor Lingkungan Hidup sebanyak 300 bibit tanaman. Transportasi juga perlu disiapkan dan kantor Dinas Bina Marga memberikan dukungan dengan penyediaan 3 unit truk untuk transportasi siswa dan peralatan, mengingat siswa yang terlibat tidak kurang dari 350 siswa dan 50 guru. Tim kemananan dari POLRES Ponorogo serta MUSPIKA Kec. Sawoo juga memberikan dukungan penuh. Wakil Bupati Ponorogo juga tak ketinggalan memberikan support dan berkenan hadir dalam upacara pemberangkatan.



Ketegangan mulai terasa di hari pelaksanaan. Beberapa masalah timbul pada saat upacara pemberangkatan karena sebelumnya belum pernah menjalankan upacara semacam ini. Mulai dari petugas upacara yang belum sempat dilatih, sampai dengan bendera yang lupa belum terpasang. Beruntunglah tepat menjelang upacara dimulai bendera segera dapat dinaikkan.
Saat pemberangkatan terjadi miskomunikasi antara Ibu Wakil Bupati dengan panitia sekolah karena semula menghendaki untuk memberangkatkan kendaraan pertama. Tapi ditunggu tunggu truk rombongan satu belum juga siap, juga siswa rombongan pertama masih kesana sini menyiapkan alat. Karena dirasa terlalu lama saya (panitia) dengan rasa malu menyampaikan pada bu Wabup bahwa daripada menanti terlalu lama dan mungkin beliau ada acara dinas lain sebaiknya tidak perlu memberangkatkan kendaraan pertama.
Rupanya bu Wabup di ruang kepala sekolah bersama bapak Kepala Dinas dan Pengawas  cukup gayeng beramah tamah, dan tak terasa truk no 1 sudah siap dihalaman. Kaur kesiswaan menyampaikan pada saya bahwa pemberangkatan oleh bu Wabup dah siap. Saya  bingung harus ngomong apa kepada bu Yuni karena tadi sudah terlanjur menyampaikan bahwa beliau tidak perlu memberangkatkan kendaraan pertama. Dengan menahan rasa malu berlipat saya menemui bu Wabup lagi saya sampaikan " Bu... ternyata anak - anak minta diberangkatkan oleh ibu..." Diluar dugaan semua yang ada dalam ruangan tertawa lepas. Seumur umur baru kali ini saya  ngerjain Wakil Bupati

Kibasan bendera start oleh bu Wabup menandai keberangkatan rombongan penghijauan
Lokasi penghijauan cukup beresiko, terletak disepanjang jalan raya perbatasan Ponorogo - Trenggalek, diwilayah pegunungan yang berkelak kelok, sepanjang sekitar 2 Km. Bahaya mengintip bukan dari kondisinya yang pegunungan, tapi justru dari anak - anak yang bersliweran dijalan raya, nyebrang seenaknya seolah tak peduli dengan ramainya lalu lintas. Tak heran jika rombongan dari POLRES Ponorogo rajin patroli hilir mudik sambil memperingatkan kendaraan yang lewat untuk hati hati.

Panjangnya lokasi penghijauan menyulitkan panitia. Mulai dari pembagian peralatan galian yang diangkut dengan dumptruk milik Binamarga, pembagian bibit pada tiap kelas sampai pembagian jatah makan siang.
Saat pembagian makan siang hujan turun deras, anak anak dan guru pendamping basah kuyup tentunya. Jatah makanan yang awalnya sudah disiapkan dengan jumlah yang longgar ternyata dilapangan ceritanya jadi lain. Peserta dari instansi terkait ternyata hadir cukup banyak, ditambah lagi dengan peserta dari SMK Jenangan dan Badegan yang tak konfirmasi sebelumnya membuat repot panitia. Sampai sampai anggota OSIS yang tak kebagian jatah makan terpaksa digiring ke rumah makan terdekat.

Sekitar pukul 11 siang seluruh bibit tanam sudah masuk ke lubang tanamnya masing masing. Giliran tim penilai yang bertugas memberi skor. Tapi beberapa diantaranya hanya naik kendaraannya pak Polisi, dengan mengamati sekilas pandang. Terus gimana caranya memberi skor ya...
Persiapan yang terkesan acak acakan terbayar dengan keselamatan anak anak yang tak mengalami cedera sedikitpun dilokasi yang sulit, dan rupanya mereka juga enjoi dengan pembelajaran lingkungan bercampur rekreasi.

Terimaksih kepada semua pihak yang telah dengan ikhlas mendukung suksesnya acara penghijauan, spesial kepada Bu Wabup saya akan selalu memberi dukungan agar selalu dapat memimpin Ponorogo.





Minggu, 02 Desember 2012

LAPISAN TANAH



Tanah merupakan suatu benda alam yang menempati lapisan kulit bumi terluar yang tersusun dari butir tanah, air, udara, serta sisa tumbuhan dan hewan yang merupakan tempat hidup makhluk
hidup. Tanah terbentuk dari batuan induk atau batuan dasar yang mengalami pelapukan sehingga pecah menjadi bagian yang kecilkecil.
Berdasarkan prosesnya, pelapukan batuan induk menjadi tanah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pelapukan fisik, pelapukan biologi, dan pelapukan kimia.
Tanah yang ideal untuk pertanian adalah tanah yang mengandung unsur bahan mineral (45%), air (20-30%), udara (20-30%) dan bahan organik (5%). Akan tetapi, kondisi tersebut biasanya
sulit ditemui secara ideal di lapangan karena adanya perbedaan jenis tanah. Berdasarkan proses pembentukannya, maka tanah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis menurut sifat-sifatnya. Jenis-jenis tanah di Indonesia, antara lain, dapat dibedakan seperti berikut ini.
Untuk mendownload media Lapisan Tanah, silahkan unduh disini